Empat bank terbesar Indonesia — BCA, Mandiri, BRI, dan BNI — bersaing ketat memperebutkan dana nasabah lewat produk deposito. Masing-masing menawarkan suku bunga yang bergerak mengikuti kebijakan Bank Indonesia, namun selisih beberapa basis poin saja bisa berarti jutaan rupiah tambahan dalam setahun. Artikel ini membedah angka-angka aktual, tenor, syarat pembukaan, dan strategi memilih deposito bank yang paling menguntungkan di pertengahan 2026.
Berapa Suku Bunga Deposito BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Saat Ini?
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 5,75% sejak kuartal pertama 2026, setelah serangkaian pemangkasan bertahap dari posisi 6,00% di akhir 2024. Keputusan ini menjadi acuan langsung bagi suku bunga simpanan perbankan nasional, termasuk deposito berjangka.
Per Juni 2026, rentang bunga deposito ritel (nominal di bawah Rp2 miliar) dari keempat bank Himbara dan swasta terbesar tersebut adalah sebagai berikut:
BCA menawarkan bunga deposito mulai dari 2,50% per tahun untuk tenor 1 bulan hingga 3,25% untuk tenor 24 bulan. Nominal minimum pembukaan Rp8.000.000. BCA dikenal konsisten memberikan rate yang lebih rendah dibanding bank BUMN karena basis dana murahnya (CASA ratio di atas 80%) membuat bank tidak perlu agresif menarik dana mahal.
Mandiri berada satu takik di atas BCA, dengan bunga deposito berkisar antara 2,75% untuk tenor 1 bulan dan mencapai 3,75% untuk tenor 12 bulan. Nominal minimum Rp1.000.000 untuk deposito rupiah. Bank Mandiri kerap mengadakan program "Deposito Spesial" dengan rate ekstra 25 hingga 50 basis poin untuk nasabah prioritas atau dalam rangka promosi akhir kuartal.
BRI menetapkan bunga deposito sebesar 2,75% hingga 4,00% per tahun tergantung tenor, dengan tenor 12 bulan menjadi yang paling kompetitif di angka 3,85-4,00%. Minimum penempatan Rp1.000.000. BRI secara historis menawarkan rate tertinggi di antara empat bank ini, mencerminkan kebutuhan likuiditas segmen mikro dan pedesaan yang dilayaninya.
BNI menawarkan bunga deposito antara 2,50% untuk tenor 1 bulan sampai 3,75% untuk tenor 12 dan 24 bulan. Minimum penempatan Rp1.000.000 untuk deposito rupiah konvensional. BNI juga memiliki produk deposito valas dalam dolar AS dengan bunga sekitar 3,50-4,25% per tahun untuk tenor 1-12 bulan.
Perlu dicatat bahwa angka-angka di atas adalah bunga bruto sebelum pajak. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 dan perubahan terkait, penghasilan bunga deposito dan tabungan dikenakan pajak penghasilan (PPh) final sebesar 20% untuk wajib pajak dalam negeri dan 20% untuk wajib pajak luar negeri (kecuali ada perjanjian penghindaran pajak berganda). Artinya, bunga efektif yang diterima nasabah lebih rendah: misalnya bunga 4,00% akan menjadi 3,20% setelah pajak.
Tenor Mana yang Paling Menguntungkan untuk Deposito di 2026?
Pilihan tenor deposito adalah keputusan strategis, bukan sekadar preferensi. Dalam siklus suku bunga yang sedang turun seperti sekarang, nasabah yang mengunci dana di tenor panjang (12-24 bulan) saat ini bisa diuntungkan jika BI Rate terus menurun pada semester kedua 2026.
Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur Mei 2026 mengisyaratkan ada ruang penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin lagi sebelum akhir tahun, bergantung pada data inflasi. BPS mencatat inflasi tahunan per April 2026 sebesar 2,18%, masih berada di dalam target rentang 1,5-3,5% yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini secara teknis memberi BI ruang gerak untuk melanjutkan siklus pelonggaran.
Dalam konteks ini, deposito tenor 12 bulan menjadi pilihan paling rasional bagi mayoritas nasabah. Alasannya: pertama, rate 12 bulan pada semua bank berada di level tertinggi atau hampir tertinggi dalam kurva tenor. Kedua, nasabah mengunci rate saat ini sebelum potensi penurunan lanjutan. Ketiga, likuiditas tidak terganggu terlalu lama.
Tenor 1 bulan masih relevan untuk nasabah yang membutuhkan fleksibilitas tinggi atau sedang menunggu momen investasi lain, seperti penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia atau pembukaan reksa dana baru.
Tenor 24 bulan dan ke atas relatif kurang populer karena selisih bunga dengan tenor 12 bulan tidak terlalu signifikan, sementara risiko likuiditas jauh lebih tinggi. Pencairan sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan penalti berupa pengurangan bunga yang telah berjalan.
Strategi Memaksimalkan Return Deposito di Empat Bank Besar
Nasabah yang menempatkan dana di atas Rp500 juta umumnya mendapat penawaran rate negosiasi atau "counter rate" yang lebih tinggi dari rate publikasi. Praktik ini berlaku di semua bank BUMN maupun swasta. Untuk nominal di atas Rp2 miliar, nasabah disarankan langsung menghubungi relationship manager atau kepala cabang untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Strategi lain yang kerap dipakai adalah "laddering" atau tangga deposito: membagi total dana ke beberapa deposito dengan tenor berbeda. Misalnya, dari Rp100 juta, nasabah menempatkan Rp33 juta di tenor 3 bulan, Rp33 juta di tenor 6 bulan, dan Rp34 juta di tenor 12 bulan. Setiap kali salah satu deposito jatuh tempo, nasabah bisa mengevaluasi kembali dan memperbarui penempatan sesuai kondisi pasar.
Perlu juga dipertimbangkan bahwa simpanan di bank umum yang terdaftar sebagai peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, berdasarkan ketentuan LPS yang berlaku. Keempat bank dalam artikel ini: BCA, Mandiri, BRI, dan BNI, semuanya merupakan peserta LPS. Bunga yang dijamin LPS per Juni 2026 adalah 4,25% untuk simpanan rupiah dan 2,25% untuk simpanan valas di bank umum. Bunga deposito yang ditetapkan di atas batas LPS tidak mendapat penjaminan atas selisih tersebut, meskipun pokoknya tetap dijamin.
Untuk nasabah yang membandingkan deposito dengan instrumen lain dalam klaster yang sama, artikel Panduan Lengkap Deposito Bank untuk Pemula membahas perbedaan mendasar antara deposito, tabungan, dan obligasi negara ritel (ORI/SBR) secara lebih komprehensif.
Dari perspektif perencanaan pajak, nasabah yang menempatkan dana di lebih dari satu bank juga perlu mencermati bahwa PPh final 20% dipotong langsung oleh bank setiap kali bunga dibayarkan, sehingga tidak perlu dilaporkan ulang sebagai penghasilan dalam SPT Tahunan (bersifat final). Ini menyederhanakan administrasi perpajakan.
Secara keseluruhan, dalam kondisi suku bunga 2026 yang sedang dalam tren turun, BRI menawarkan rate paling kompetitif untuk tenor menengah, sementara Mandiri dan BNI unggul dalam fleksibilitas program promosi. BCA konsisten menjadi pilihan nasabah yang memprioritaskan kemudahan operasional dan ekosistem perbankan digital dibanding mengejar selisih bunga beberapa basis poin.
Catatan regulasi: Produk deposito berjangka diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Penjaminan simpanan dikelola oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai UU Nomor 24 Tahun 2004. Pajak atas bunga deposito diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000. Pasar Rakyat adalah media editorial independen yang menyajikan informasi dan analisis keuangan untuk publik. Pasar Rakyat bukan lembaga jasa keuangan, tidak memiliki izin usaha dari OJK, Bappebti, atau otoritas keuangan lainnya, dan tidak memberikan rekomendasi investasi individual. Setiap keputusan keuangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.