Jumlah investor saham domestik di Indonesia menembus angka 6,37 juta pada akhir 2025, naik 18,4 persen dibanding tahun sebelumnya menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dari total tersebut, lebih dari 61 persen adalah investor berusia di bawah 40 tahun yang membuka rekening efek secara daring. Tren ini menunjukkan bahwa akses ke pasar modal sudah tidak lagi menjadi hak eksklusif kalangan tertentu: siapa pun kini dapat memiliki saham BEI hanya dengan ponsel dan KTP.
Namun, sebelum menekan tombol "Beli" di aplikasi, ada satu langkah wajib yang tidak bisa dilewati: membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artikel ini membandingkan tiga sekuritas paling populer di kalangan investor ritel Indonesia pada 2026, yaitu Mirae Asset Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan BNI Sekuritas, dari sisi proses pendaftaran, biaya transaksi, dan keunggulan masing-masing platform.
Apa Saja Syarat Membuka Rekening Efek Online di Indonesia?
Secara regulasi, OJK mewajibkan setiap calon investor untuk memenuhi beberapa persyaratan dasar sebelum rekening efek dapat diaktifkan. Aturan ini diatur dalam POJK Nomor 24/POJK.04/2017 tentang pelaporan data dan informasi kepemilikan saham.
Dokumen yang dibutuhkan umumnya seragam di seluruh sekuritas:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) — wajib sejak 2022 sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pajak (DJP); jika belum punya, sebagian besar sekuritas menyediakan fitur daftar NPWP terintegrasi
- Nomor Rekening Bank aktif atas nama sendiri
- Foto selfie dengan KTP
- Tanda tangan digital
Seluruh proses kini dapat diselesaikan secara daring melalui aplikasi masing-masing sekuritas tanpa harus datang ke kantor cabang. Verifikasi identitas dilakukan melalui metode e-KYC (electronic Know Your Customer) yang diakui OJK. Waktu aktivasi rekening berkisar antara 1 hingga 3 hari kerja tergantung volume antrian masing-masing sekuritas.
Setelah rekening efek aktif, investor otomatis mendapatkan Single Investor Identification (SID) dari KSEI dan rekening dana nasabah (RDN) di bank mitra yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana sebelum dan sesudah transaksi saham.
Mirae Asset, Indo Premier, atau BNI Sekuritas: Mana yang Paling Sesuai?
Ketiga sekuritas ini menguasai porsi besar dari transaksi investor ritel di BEI. Pilihan yang tepat bergantung pada gaya investasi, ukuran modal awal, dan preferensi terhadap fitur platform.
Mirae Asset Sekuritas
Mirae Asset adalah sekuritas afiliasi konglomerat keuangan Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia sejak 1997. Per Februari 2026, Mirae Asset menempati posisi kedua dari sisi nilai transaksi harian di BEI menurut data Bursa Efek Indonesia.
Setoran awal minimum di Mirae Asset adalah Rp100.000 untuk rekening reguler, menjadikannya salah satu sekuritas dengan barrier to entry terendah di industri. Biaya transaksi jual-beli saham dikenakan sebesar 0,15 persen (beli) dan 0,25 persen (jual, sudah termasuk pajak PPh 0,1 persen atas transaksi jual sesuai PMK Nomor 18/PMK.03/2021).
Platform trading utamanya, HOTS (Home Online Trading System), tersedia dalam versi desktop dan aplikasi mobile. Mirae Asset juga menyediakan riset saham harian dan laporan sektoral yang dapat diakses gratis oleh nasabah aktif.
Kelebihan: biaya brokerage kompetitif, riset internal berkualitas, cocok untuk trader aktif. Kekurangan: antarmuka HOTS terkesan padat dan memerlukan kurva belajar bagi pemula absolut.
Indo Premier Sekuritas
Indo Premier adalah sekuritas lokal yang merupakan anak usaha PT Indo Premier Investment Management. Nama Indo Premier lekat dengan aplikasi IPOT (Indo Premier Online Technology) yang kerap masuk daftar aplikasi trading terpopuler di Google Play Store Indonesia.
Setoran awal minimum IPOT adalah Rp100.000. Biaya transaksi saham di IPOT sebesar 0,19 persen (beli) dan 0,29 persen (jual). Sedikit lebih tinggi dari Mirae Asset, namun IPOT menawarkan fitur reksa dana, obligasi, dan SBN (Surat Berharga Negara) dalam satu platform yang sama, termasuk akses ke Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang diterbitkan Kementerian Keuangan.
Fitur unggulan IPOT mencakup IPOT Fund (akses ke lebih dari 200 produk reksa dana), IPOT Bond untuk pembelian obligasi korporasi dan SBN, serta fitur Robo Advisor yang memberi rekomendasi alokasi portofolio berdasarkan profil risiko nasabah.
Per 2025, IPOT melaporkan lebih dari 1,5 juta pengguna aktif, menjadikannya salah satu platform investasi ritel terbesar secara jumlah akun di Indonesia.
Kelebihan: ekosistem investasi paling lengkap dalam satu aplikasi, antarmuka ramah pemula, fitur edukasi terintegrasi. Kekurangan: biaya transaksi saham sedikit lebih tinggi dibanding Mirae Asset untuk trader dengan frekuensi tinggi.
BNI Sekuritas
BNI Sekuritas adalah anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia. Keunggulan utama BNI Sekuritas terletak pada integrasi mendalam dengan ekosistem perbankan BNI, termasuk fitur transfer dana real-time antara rekening tabungan BNI dan RDN tanpa biaya tambahan.
Setoran awal minimum BNI Sekuritas adalah Rp1.000.000, lebih tinggi dari dua sekuritas sebelumnya, namun masih dalam batas wajar. Biaya transaksi dikenakan sebesar 0,17 persen (beli) dan 0,27 persen (jual).
Platform trading BNI Sekuritas tersedia melalui aplikasi BIONS (BNI Sekuritas Online System) yang sejak pembaruan 2024 mendukung fitur analisis teknikal dasar, watchlist saham, dan notifikasi harga real-time.
Nasabah BNI yang sudah memiliki rekening tabungan BNI dapat mempercepat proses pendaftaran karena sebagian data sudah terverifikasi oleh sistem bank. Proses aktivasi rata-rata selesai dalam 1 hari kerja untuk nasabah BNI existing.
Kelebihan: kepercayaan institusional BUMN, integrasi perbankan BNI, proses cepat bagi nasabah BNI. Kekurangan: setoran awal lebih tinggi, ekosistem produk investasi lebih terbatas dibanding IPOT.
Biaya Tersembunyi yang Perlu Diperhatikan
Selain biaya transaksi jual-beli saham, investor perlu memperhatikan beberapa komponen biaya lain yang berlaku industri:
Pajak atas dividen: sesuai PPh Pasal 4 ayat 2, dividen yang diterima investor individu dikenakan pajak final sebesar 10 persen, dipotong langsung oleh emiten sebelum dividen dikreditkan ke RDN.
Biaya levy BEI dan KPEI: setiap transaksi di BEI dikenakan biaya levy sebesar 0,04 persen (beli) dan 0,04 persen (jual) yang sudah termasuk dalam biaya transaksi yang dikutip sekuritas. Biaya ini disetor ke BEI dan KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) sebagai pengelola sistem kliring.
Tidak ada biaya pemeliharaan rekening tahunan di ketiga sekuritas di atas selama rekening aktif bertransaksi minimal satu kali per tahun.
Langkah Teknis Membuka Rekening Efek Online
Proses pendaftaran di ketiga sekuritas mengikuti alur serupa:
Pertama, unduh aplikasi resmi dari Play Store atau App Store: HOTS Mobile (Mirae Asset), IPOT (Indo Premier), atau BIONS (BNI Sekuritas). Pastikan mengunduh dari penerbit resmi untuk menghindari aplikasi palsu.
Kedua, isi formulir pendaftaran daring yang mencakup data pribadi, informasi pekerjaan dan penghasilan, serta profil risiko investasi. Bagian profil risiko menentukan apakah nasabah dikategorikan sebagai investor konservatif, moderat, atau agresif sesuai ketentuan OJK.
Ketiga, lakukan proses e-KYC: unggah foto KTP, foto selfie dengan KTP, dan tanda tangan digital. Beberapa sekuritas menambahkan verifikasi biometrik wajah (face recognition) sebagai lapisan keamanan tambahan.
Keempat, isi data rekening bank untuk keperluan RDN. Bank mitra RDN berbeda di setiap sekuritas: Mirae Asset bermitra dengan Bank Mandiri dan BCA, IPOT dengan BCA dan Bank Mandiri, BNI Sekuritas dengan BNI.
Kelima, tunggu email atau notifikasi aktivasi. Setelah rekening aktif, lakukan setoran awal ke RDN dan rekening efek siap digunakan.
Untuk panduan lengkap tentang cara memilih saham pertama setelah rekening aktif, baca artikel Cara Membeli Saham BEI untuk Pemula di Pasar Rakyat.
Catatan regulasi: Seluruh perusahaan sekuritas yang disebutkan dalam artikel ini terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) berdasarkan POJK Nomor 20/POJK.04/2016. Transaksi saham di BEI tunduk pada ketentuan perpajakan yang diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, termasuk PPh final atas transaksi penjualan saham bursa sebesar 0,1 persen (PMK Nomor 18/PMK.03/2021) dan PPh final atas dividen sebesar 10 persen. Pasar Rakyat adalah media editorial independen yang tidak memiliki izin sebagai lembaga jasa keuangan, penasihat investasi, maupun perantara perdagangan efek. Seluruh konten bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.